DAFTAR MATERI PEMBAHASAN :

 

  • Perbedaan Produksi, Manufaktur, dan Operasi
  • Sejarah Singkat Manufaktur
  • Tugas Manajer Produksi dan Operasi
  • Mengorganisasikan Proses Produksi
  • Perencanaan Lokasi dan Layout Pabrik
  • Pengelolaan Material, Pembelian dan Persediaan
  • Pengendalian Produksi
  • Penggunaan Teknologi
  • Peningkatan Kualitas

PENDAHULUAN

Produksi dan operasi merupakan salah satu fungsi bisnis yang harus dikelola manajer. Setiap organisasi atau perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa secara sadar ataupun tidak, memiliki fungsi produksi. Perusahana tersebut harus memikirkan bagaimana barang atau jasa yang mereka produksi dapat disampaikan dan dapat memenuhi keinginan konsumen. Fungsi produksi dan operasi dapat menjadi competitive edge perusahaan atau malah borok yang membebani perusahaan.

 

PERBEDAAN PRODUKSI, MANUFAKTUR, DAN OPERASI

Produksi

Merupakan keseluruhan proses yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa. Proses ini terdiri dari pengerjaan, ide, serta perencanaan desain teknis.

Produksi tidak terbatas pada proses produksi barang (manufacture) tetapi juga perusahaan yang menghasilkan jasa. Sebagai contoh, produksi tidak hanya dilakukan oleh perusahan penghasil shampo tetapi juga salon yang menghasilkan perawatan rambut. Dimana dalam salon tersebut terdapat proses produksi untuk menghasilkan jasa perawatan rambut.

Manufaktur

Merupakan proses fisik untuk memproduksi barang, dan tidak tergolong jasa, Dilihat dari ruang lingkupnya, manufaktur mempunyai lingkup yang lebih sempit dibanding proses produksi. Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa perusahaan penghasil shampo merupakan perusahaan manufaktur sedangkan salon tidak tergolong perusahaan manufaktur.

Manufacture berasal dari bahasa latin yaitu kata manu yang berarti tangan dan facto yang beratri membuat. Jadi manufacture berarti buatan tangan. Dalam hal ini yang menjadi tekanan bukan buatan tangan atau buatan mesin karena pada saat itu semua barang dibuat tangan (hand made), namun penekanannya lebih kepada barang yang dihasilkan.

Operasi

Marupakan keseluruhan fungsi atau kegiatan yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana strategis agar perusahan dapat terus beroperasi. Secara trdisional operasi terdiri dari fungsi pembelian, pengelolaan material, produksi, kontrol persediaan dan kualitas, serta pemeliharaan. Fungsi operasi meliputi fungsi produksi dan manufaktur.

Seorang manajer operasi menghadapi tantangan dalam mengkombinasikan SDM dan sumberdaya lainnya untuk menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas, tepat waktu dan dengan biaya yang rendah. Tugas manajer operasi dalam jangka pendek adalah menggunakan fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya, dalam jangka panjang adalah mencari cara untuk meningkatkan produksi.

SEJARAH SINGKAT MANUFAKTUR

Inovasi Awal

Sampai abad ke-19, manufaktur sebagian besar dikerjakan oleh tangan. Industri modern dimulai dengan adanya penggunaan energi bahan bakar dalam proses manufaktur dan pengembangan produksi masal.

Produksi masal atau mass production adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak barang dalam sekali proses. Adapun keuntungan dari mass production adalah:

  1. Mekanisasi, yaitu penggunaan mesin untuk menggantikan pekerjaan manusia. Mengganti tenaga manusia dengan mesin mengakibatkan peningkatan produktivitas.
  2. Standarisasi, yaitu penggunaan bagian-bagian yang dapat dipertukarkan (interchangeable). Keuntungan dari standarisasi adalah kemudahan dalam memperbaiki. Satu bagian dapat diganti dengan bagian lain yang telah dibuat sesuai standar.
  3. Spesialisasi, yaitu membagi proses produksi kedalam kegiatan terkecil sehingga seorang pekerja hanya mempunyai satu tugas saja.
  4. Assembly lines, yaitu suatu sistem conveyor atau alat yang memungkinkan produk bergerak kemasing-masing stasiun kerja (work station) dalam proses produksi. Assembly lines ditemukan oleh Hendry Ford dan Charles Sorenson.
  5. Otomatisasi (automation), yaitu penggunaan mesin untuk melakukan pekerjaan dengan intervensi manusia yang sangat sedikit. Pada perusahan atau pabrik dengan proses otomatisasi tinggi, pekerja menngoperasikan mesin dan mesin tesebut yang melakukan pekerjaan sebenarnya.

Awal abad ke-20, para manajer sangat tertarik pada peningkatan produktivitas. Frederick Taylor, Bapak Scientific Management, merupakan pendahulu dalam penggunaan metode scientific untuk meningkatkan produktivitas.

Industrialisasi

Selama tahun 1920, sebagian negara di dunia manjadi negara  industri yang semakin maju dan kompetitif. Setelah perang dunia II, Jepang dan Jerman (barat) menjadi negara yang industrialisasinya kuat. Beberapa negara lain seperti Amerika, Kanada, Inggris, Prancis, Italia yang tergabung dalam G-7, saat ini merupakan industri maju yang menikmati keunggulan karena menguasai teknologi. Industrialisasi memungkinkan diproduksinya berbagai produk dengan lebih efektif dn efisien.

Konsumerisme

Ekspansi industri pada tahun ’50,’60-an berkembang sangat cepat, seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat. Upah meningkat, harga naik, dan tingkat produksi meningkat. Pada sekitar tahun 70-an terjadi tekanan baru, ketidakpuasan mulai terjadi. Kondisi ini memicu mereka untuk bersatu dan malakukan aktivitas yang melindungi haknya. Konsumerisme merebak dimana-mana, yang ditandai dengan  munculnya organisasi kemasyarakatan yang bertujuan untuk melindungi hak konsumen. DiIndonesia yaitu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Perubahan Dalam Proses Manufaktur

Jepang terkenal dengan sistem manufaktur  yang fleksibel, mereka dapat merespon keinginan konsumen dengan sangat cepat. Salah satu konsep yang digunakan adalah Kaizen atau continous improvement, ide konsep ini adalah pembentukan tim dari berbagai departemen yang kecil. Melalui konsep ini pula, mudah dilakukan perubahan proses manufaktur dengan biaya yang murah sehingga dapat meningkatkan proses produksi.

Trend bisnis berubah dari perusahan yang besar, pabrik yang tidak fleksibel dengan fixed cost yang besar, menuju perusahan yang lebih kecil dan lebih efisien dalam penggunaan fasilitas. Pabrik itu dilengkapi dengan peralatan yang lebih baik untuk memenuhi permintaan dalam berbagai tingkat kualitas dan memberikan pelayanan kepada konsumen dengan lebih baik.

Pabrik yang lebih kecil dan fleksibel merupakan bagian dari concurrent engineering yaitu penggunaan cross functional team yang mendesain produk dan proses manufaktur pada saat bersamaan. Cross functional team merupakan tim yang anggotanya berasal dari berbagai fungsi. Keuntungannya adalah pengurangan biaya dan waktu serta mempermudah pembuatan desain produk dengan komponen yang lebih sedikit.

Isu Lingkungan

Perusahan yang memproduksi baik barang maupun jasa harus melihat  ulang proses operasi mereka sehubungan dengan adanya peningkatan peraturan yang berhubungan dengan polusi lingkungan. Perusahaan harus mendesain produk dan proses produlsinya untuk mencegah atau mengurangi polusi. Penghasil jasa juga harus menemukan cara sehingga proses operasi mereka lebih ramah lingkungan.

Materi Selengkapnya bisa didownload dibawah ini :

Download Materi